Langsung ke konten utama

Postingan

Lombok yang Unik

Postingan terbaru

Sayangi Dirimu Sendiri

        Hidup ini tak semulus kulit bayi, tak selancar aliran air di sungai ciliwung. Setiap orang pasti mengalami berbagai macam kejadian dalam hidupnya. Pahit manis, sedih gembira, susah senang, sempit dan lapang. Dalam setiap naik turunnya kehidupan, ada yang mudah dilewati, ada yang berat, bahkan sangat berat, tak sedikit yang mengalami stress bahkan depresi karena tak kuat menghadapi beratnya ujian hidup.         Meratapi kesulitan atau kesedihan hidup bukanlah solusi terbaik untuk keluar dari semua permasalahan hidup. Tidak mudah memang untuk menata hidup kembali jika Anda pernah mengalami kepahitan yang mungkin sangat melukai hati. Bukan hal yang tidak mungkin juga untuk melewati semua kesedihan, kepahitan ujian itu untuk kembali meraih bahagia. Sumber gambar: Unsplash.com         Sering sekali ya kita mendengar atau membaca kalimat,  Bahagia itu kita yang menciptakan.          Yes , jika kita ingat-ingat lagi bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasan

Teman yang Menyenangkan

  Sebagai mahluk hidup manusia butuh berteman, jangankan manusia hewan saja butuh teman agar hidupnya tidak kesepian, dan juga untuk beranak pinak. Omong-omong tentang teman, tentunya kita punya banyaaak sekali teman. Mulai dari teman masa kecil hingga sekarang di usia dewasa. Kalau saya bukan dewasa lagi, tapi tua … hehe. Apalagi sekarang, kemajuan teknologi berkembang pesat, membuat jalinan pertemanan semakin meluas hingga ke seluruh dunia. Teknologi membuat kita dan teman-teman seakan tanpa batas dalam berkomunikasi. Dalam arti, jarak yang membentang jauh menjadi dekat dan mudah untuk saling berinteraksi. Namun, dibalik kemudahan itu, pastinya akan banyak pula risiko dan efek negatif dalam berteman seiring bertambahnya jaringan pertemanan kita. Dulu, kita sering mendapat pesan dari orang tua dan para guru agar hati-hati dalam berteman, harus pilih-pilih teman agar kita tidak terbawa pergaulan buruk jika si teman itu membawa pengaruh yang kurang baik. Ternyata hal tersebut tida

Bisa Memasak adalah Kebanggaan

         Sebagai seorang perempuan yang pernah menjalani pernikahan selama 20 tahun, dan kini sebagai seorang ibu dari dua anak yang satu menjelang dewasa dan satu lagi usia remaja, dan cukup kenyang dengan asam garam pernikahan, salah satu kebanggaan yang saya rasakan adalah bisa memasak walau hanya masakan-masakan sederhana untuk keluarga tercinta. Seorang perempuan akan sangat bahagia jika hasil masakannya dilahap dengan penuh semangat oleh suami dan anak-anaknya tercinta, kemudian mereka melontarkan ucapan,       “Masakan Bunda, enaaaaak banget.” Atau ucapan semacam ini,        “Bun, nanti bikin lagi ya makanan seperti ini.”             Receh sangat, tapi itu begitu berarti dan menjadi penyemangat seorang ratu rumah tangga untuk terus menyiapkan berbagai hidangan sehari-hari yang dibutuhkan keluarganya.        Setiap keluarga biasanya memiliki masakan atau makanan favorit. Dalam memasak, bagi saya pribadi tak ada istilah yang salah, baik dari segi pengolahan maupun bumbu-bumbu ya

Bumbu Siap Pakai

Mak, sering gak sih males masak? Kalau saya sih iya banget. Males ngebayangin harus ngulek bumbu-bumbunya, kebayang deh segala jenis bumbu harus diulek halus pake cobek. Mana berat lagi ya ngangkat-ngangkat cobeknya, trus tangan bakal pegel banget ngulek bumbu sampe halus. Udah gitu, kalau masaknya beberapa jenis, harus berapa kali tuh ngulek bumbunya? Duuuhh, males banget deh… Etapi, saya punya trik khusus nih supaya masak bisa jadi lebih menyenangkan. Warisan dari ibunda tercinta, gak ribet dan cepat prosesnya. Saya pake bumbu siap pakai. Bukan bumbu instan yang dalam kemasan sachet lhoo…tapi asli bikin sendiri. Bumbu-bumbu itu bisa dipake berminggu-minggu walau tanpa pengawet. Karena saya simpan di kulkas, dan tiap mau masak gak perlu lagi ngulek-ngulek pake cobek. Hanya saja, kita butuh waktu untuk menghaluskan bumbu-bumbu di bawah ini, tetapi … itu untuk persediaan berminggu-minggu, kan? Bumbu apa aja tuh yang biasa saya bikin? Bumbu-bumbu dasar saja, yang pastinya hampi

Rahasia Kulit Wajah Sehat dan Glowing

Mohon maaf nih yaa bukannya saya kepedean atau narsis banget, tapi ini sih nyampein realita saja, hehe. Banyak yang tertipu kalau sudah ketemu saya, dikiranya saya masih muda aja, padahal mah…emang masih muda siih, uhuuk…haha. Jadi gini pemirsah … Muka saya itu memang muka penipu. Upsss … maksudnya, banyak yang mengira usia saya masih di bawah 40 tahun, haha asiiik deh. Mau tahu usia saya berapa? 48 tahun yesss. Jelita banget, kan? Nah, kenapa muka saya sampai jadi “penipu” gitu? Yaaa, gak tau saya juga. Bisa jadi karena faktor keturunan (Mama saya juga dulu awet muda sih), keberuntungan, kebetulan, atau karena perawatan. Yang jelas, poin terakhir itu yang saya lakukan sejak usia SMA. Tahun 2017 saya pernah menerbitkan buku dengan judul Jangan Jadi Muslimah Dekil, di buku itu saya tulis pengalaman saya melakukan perawatan diri sejak gadis. Saya ulas juga bagaimana seharusnya seorang muslimah WAJIB melakukan perawatan agar TIDAK DEKIL. Bagi sebagian besar wanita, khususn

Penulis Bukan Hanya Menulis Buku

Menulis bukanlah pekerjaan yang sulit, setiap orang pasti bisa menulis. Minimal menulis status di akun sosmednya. Ada yang dijadikan profesi, banyak juga yang hanya sekadar hobi. Saat ini semakin banyak penulis yang bermunculan. Baik penulis fiksi maupun nonfiksi, jika kamu masih sebagai penulis pemula, jangan khawatir lama-lama akan menjadi penulis profesional jika sabar dan terus mau belajar. Begitu memproklamirkan diri sebagai penulis walaupun masih amatir, pasti akan banyak respon dari orang-orang sekitar kita , misalnya : “Sudah menerbitkan berapa buku?” “Boleh dong minta bukunya, gratis ya?” Pernah kan kamu mendapat berondongan pertanyaan seperti itu? Yang bisa kita lakukan pasti hanya tersenyum kecut, jika kita belum pernah menerbitkan buku dan itu akan membuat nyali ciut. Sumber gambar: Pixabay.com        Jangan patah semangat karena belum pernah menerbitkan buku, ada banyak lahan garapan  sebagai penulis. Penulis itu bukan hanya menulis buku dan menerb