Langsung ke konten utama

Do’akan Yang Baik-baik Saja

Jika kita pernah disakiti orang lain pasti sampai kapan pun akan teringat kejadian itu. Sakit hati karena lisan atau perbuatan orang lain. Tetapi, sering kah kita ingat kalau pernah menyakiti orang lain? Atau sadar kah jika kita pernah atau mungkin sering menyakiti hati orang lain karena ucapan dan tindakan? Seringnya kita tak sadar ya, padahal jika ada orang lain yang sakit hati karena perbuatan kita akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita selanjutnya. Kenapa? Mana tahu saat orang tersebut merasa tersakiti lalu ia diam-diam ia mendoakan kita dengan doa yang tidak kita kehendaki, bukan bermaksud mengajak su’uzon terhadap orang lain, tetapi justru mengajak lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap.
            Berbicara atau bersikap dengan siapa pun memang harus hati-hati, baik dengan teman, sahabat, kerabat bahkan dengan keluarga sendiri di rumah. Sering kali kita dalam kondisi tertentu emosi tak terkendali, mungkin karena ada satu masalah yang menghinggapi pikiran sehingga berdampak pada ucapan dan tindakan kita terhadap orang lain yang tidak mengetahui kondisi kita yang sedang tertekan. Tetapi, orang lain tentu saja sering tidak mengetahui jika kita dalam kondisi emosi yang sedang tidak stabil alias badmood. Apalagi dunia pertemanan sekarang semakin luas karena adanya sosmed dan gadget.
            Pertemanan semakin bertambah, karakter orang semakin beragam. Diperlukan sikap yang bijaksana dan hati yang lapang untuk berteman di dunia maya. Apalagi jika teman-teman tersebut tidak kita kenal sebelumnya di dunia nyata. Teman yang sudah kita kenal puluhan tahun pun mungkin saja kadang salah paham dengan kita karena sikap atau ucapan kita yang mungkin kurang berkenan di hatinya. Kalau untuk istilah anak muda sekarang kita jangan baperan saat bergaul, terutama di dunia maya. Karena jika kita baperan bakal mendatangkan banyak masalah. Misalnya, si A memposting tulisan yang berkaitan dengan gaya hidup atau tentang pengasuhan anak. Si B yang membaca postingan tersebut karena mungkin tulisan yang diposting itu mirip dengan kejadian yang dialaminya menjadikan si B tersinggung, padahal si A sama sekali tidak bermaksud menyinggung si B. Mungkin saja si A baru membaca artikel yang berkaitan dengan postingannya itu atau melihat kejadian seperti yang ia tuliskan itu, segala kemungkinan bisa terjadi bukan?

            Atau, ada teman kita yang suka kepo dengan kehidupan kita, seringkali kepo mengkepo ini jadi masalah yang berujung salah paham dan akhirnya merusak pertemanan karena saling sakit hati. Itu sebabnya kita harus semakin mendewasakan diri, supaya dalam pertemanan atau pergaulan tidak ada yang tersakiti. Karena tajamnya lidah bisa lebih tajam daripada pedang, perkataan atau perbuatan yang menyakitkan itu tak kan mudah terhapus dalam ingatan seseorang yang tersakiti. Mari kita perbanyak istighfar untuk mengurangi dosa-dosa yang tidak kita sadari selama ini. Kalaupun ada orang lain yang menyakiti kita baik dengan ucapan atau tindakannya, lebih baik kita doakan orang tersebut dengan doa-doa yang baik saja, karena doa orang yang tersakiti itu tak ada penghalang baginya dengan Rabbnya.


Postingan populer dari blog ini

Antara Novel Dan Film Pesantren Impian

Kemarin siang nonton filmnya mba Asma Nadia “Pesantren Impian”. Penasaran pengen nyamain ceritanya dengan di Novel. Baca novelnya saya terkagum-kagum dengan ide cerita yang dituangkan di buku itu. Salut saya dengan mba Asma Nadia bisa menulis novel misteri seperti itu.             Saat mendengar novel itu akan difilmkan saya sangat antusias dan tak sabar menunggu tayangannya di bioskop. Saya bayangkan jika novel itu difilmkan akan sangat mengasyikan, seru...tegang pastinya, dan yang bikin saya penasaran ingin tahu siapa saja tokoh-tokoh yang cocok untuk berperan dalam cerita itu, keindahan alam Aceh dan lokasi Pesantren yang luas dan nyaman sesuai yang diceritakan dalam novel itu.             Dalam novel tokoh utama yang di ceritakan adalah si Gadis yang akhirnya meraih kebahagiaan menikah dengan Umar sang pewaris Pesantren tersebut. Lalu ada tokoh Rini yang banyak juga memainkan peran dalam novel itu. Di akhir cerita novel puncak konflik dimainkan Rini dan Pakliknya begitu …

Workshop Perdana KMO Indonesia

Alhamdulillah untuk pertama kalinya KMO (Kelas Menulis Online) yang digawangi oleh Coach Tendi Murti setelah hampir 1,5 tahun berdiri mengadakan workshop kepenulisan untuk umum. Acara kali ini diadakan hri Minggu 27 Maret 2016 di kampus bisnis Umar Usman Warung Buncit Jakarta Selatan. Peserta yang hadir melebihi yang ditargetkan, kurang lebih 40 orang mengikuti acara ini. 50% peserta yang hadir adalah para muslimah dari komunitas Muslimah Millionare sedangkan sisanya berasal dari anggota KMO dan masyarakat umum.

Acara demi acara berjalan lancar dan tentu saja menarik. Diawali pembukaan yang segar oleh founder KMO coach Tendi Murti lalu dilanjutkan dengan sharing-sharing sejarah KMO oleh Tim Inti KMO Indonesia yaitu oleh saya sendiri Rina Maruti Widiasari selaku Tim KMO Divisi Academy dan Ernawati Lilys tim KMO dari Divisi Media.

Pembukaan yang cukup hangat dan akrab membuat suasana workshop makin menyenangkan dan para peserta sangat antusias untuk mengikuti acara ini hingga akhir. Ses…