Langsung ke konten utama

Buku Perdana, Akhirnya Pecah Telor

Alhamdulillah, akhirnya kerja keras selama ini mulai terlihat hasilnya. Buku solo saya yang pertama akhirnya terbit, dengan judul JANGAN JADI MUSLIMAH DEKIL menembus penerbit mayor. Mulai mejeng dengan indah di rak buku Gramedia tanggal 17 April 2017. Impian yang selama ini tersimpan tercapai sudah. Gimana rasanya? Wooww, seperti orang yang jatuh cinta. Berjuta rasanya, inginnya tersenyum terus, inginnya pengumuman ke mana-mana. Pokoknya, bahagiaaa deh. Sebetulnya tulisan ini sudah tersumpan di draft blog saya ini sejak beberapa bulan yang lalu, baru sempat saya publish hari ini...hihi, sok sibuk siiiih nih yang punya blog. 😄

Buku ini saya tulis mungkin lebih dari tiga bulan, tepatnya berapa bulan saya lupa. Kenapa saya menulis dengan tema tersebut? Karena saya gemas dengan para muslimah yang sering tidak sadar akan pentingnya perawatan tubuh. Terutama para muslimah yang sudah berumah tangga, hal ini acapkali diabakan. Terlalu kepedean bahwa suami tidak akan komplen apa-apa kalau ia tidak pernah perawatan dan berdandan. Eh, saya kasih tahu ya Mak bahwa laki-laki itu suka sekali lihat yang bening-bening, suka sekali berbagi perhatian dan perasaan. Nah, apakah dirimu siap menerima kenyataan jika pak suami berpaling darimu? Makanya, kita jangan kepedean.


Sekarang coba kita bayangkan, setiap hari Pak Su itu melihat dan bergaul dengan para wanita yang selalu rapi, wangi dan berpakaian modis. Lalu, setiba ia pulang di rumah istri tercinta yang seharusnya menyejukkan, sedap di pandang...eehh ini malah penampilannya berantakan dan kusam wajahnya. Tahu gak Mak kalau kulit wajah yang tidak pernah dirawat itu kelihatan sekali dekilnya. Mbok ya minimal bersihin pake susu pembersih tiap sebelum tidur. Walaupun, tidak keluar rumah, tidak bermake up tetap harus dibersihkan, bukankah di rumah pun kita beraktivitas yang dekat dengan debu dan kotoran? Misalnya, di dapur berkutat dengan minyak goreng, bumbu-bumbu, panasnya kompor, itu semua mengundang kotoran yang mudah menempel di wajah dan tubuh kita. Apalagi jika jenis kulit kita berminyak, kotoran dan debu sangat mudah nempel di wajah kita, itu sebabnya wajah jadi mudah berjerawat.

Selain itu, perawatan tubuh itu identik dengan menjaga kebersihan badan dan pakaian. Bukankah Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan? Dalam ilmu Fiqih, kebersihan itu ada bab tersendiri yaitu Thaharah. Kemudian di Fiqih wanita banyak dibahas juga bagaimana seharusnya seorang wanita menjaga kebersihan tubuhnya.

Akhirnya hasil mentoring sama Suhu nulis yang pertama kali mengenalkan dunia kepenulisan in bisa saya buktikan, bahwa hasil bimbingannya tidak sia-sia. Hatur nuhun pisan yaa kang Tendi Murti 

Dalam buku saya itu dibahas juga dari ilmu Fiqih, tentang tabarruj juga ada di sana. Selain itu di bab lain dibahas bebagai tips perawatan dan beberapa resep yang mudah cara membuat masker wajah dengan bahan-bahan yang setiap hari ada di sekitar kita. Pokoknya gak bakalan rugi deh beli buku saya ini, beredar di Gramedia seluruh Indonesia selama persediaan masih ada.
Buku berada di tangan mastah selling itu rasanya seneng banget, karena langsung ia posting juga di channel KMO Club, asyik kan dibantuin promo sama kang Dewa Eka Prayoga

Setelah buku ini terbit, impian saya yang lain adalah ingin buku ini bisa sampai di tangan para mastah menulis yang selama ini saya kagumi, alhamdulillah tercapai juga.

Akhirnya buku saya bisa berada di tangan Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa, seneng banget deh bisa ketemu dan berbincang santai dengan mereka

Yang membahagiakan lagi adalah ketika buku tersebut bertengger dengan manisnya di rak buku best seller di salah satu cabang toko Gramedia, semoga saja segera best seller di semua toko buku. Aamiin yra, 



Alhamdulillah sekarang ini buku saya sudah berada di tangan banyak orang, semoga bermanfaat. Tentu saja saya tidak akan puas hanya sampai di sini saja, selanjutnya akann terbit lagi buku-buku saya berikutnya, doakan ya semoga lancar selama proses penerbitannya. 


Postingan populer dari blog ini

Do’akan Yang Baik-baik Saja

Jika kita pernah disakiti orang lain pasti sampai kapan pun akan teringat kejadian itu. Sakit hati karena lisan atau perbuatan orang lain. Tetapi, sering kah kita ingat kalau pernah menyakiti orang lain? Atau sadar kah jika kita pernah atau mungkin sering menyakiti hati orang lain karena ucapan dan tindakan? Seringnya kita tak sadar ya, padahal jika ada orang lain yang sakit hati karena perbuatan kita akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita selanjutnya. Kenapa? Mana tahu saat orang tersebut merasa tersakiti lalu ia diam-diam ia mendoakan kita dengan doa yang tidak kita kehendaki, bukan bermaksud mengajak su’uzon terhadap orang lain, tetapi justru mengajak lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap.             Berbicara atau bersikap dengan siapa pun memang harus hati-hati, baik dengan teman, sahabat, kerabat bahkan dengan keluarga sendiri di rumah. Sering kali kita dalam kondisi tertentu emosi tak terkendali, mungkin karena ada satu masalah yang menghinggapi pikiran…

Antara Novel Dan Film Pesantren Impian

Kemarin siang nonton filmnya mba Asma Nadia “Pesantren Impian”. Penasaran pengen nyamain ceritanya dengan di Novel. Baca novelnya saya terkagum-kagum dengan ide cerita yang dituangkan di buku itu. Salut saya dengan mba Asma Nadia bisa menulis novel misteri seperti itu.             Saat mendengar novel itu akan difilmkan saya sangat antusias dan tak sabar menunggu tayangannya di bioskop. Saya bayangkan jika novel itu difilmkan akan sangat mengasyikan, seru...tegang pastinya, dan yang bikin saya penasaran ingin tahu siapa saja tokoh-tokoh yang cocok untuk berperan dalam cerita itu, keindahan alam Aceh dan lokasi Pesantren yang luas dan nyaman sesuai yang diceritakan dalam novel itu.             Dalam novel tokoh utama yang di ceritakan adalah si Gadis yang akhirnya meraih kebahagiaan menikah dengan Umar sang pewaris Pesantren tersebut. Lalu ada tokoh Rini yang banyak juga memainkan peran dalam novel itu. Di akhir cerita novel puncak konflik dimainkan Rini dan Pakliknya begitu …

Workshop Perdana KMO Indonesia

Alhamdulillah untuk pertama kalinya KMO (Kelas Menulis Online) yang digawangi oleh Coach Tendi Murti setelah hampir 1,5 tahun berdiri mengadakan workshop kepenulisan untuk umum. Acara kali ini diadakan hri Minggu 27 Maret 2016 di kampus bisnis Umar Usman Warung Buncit Jakarta Selatan. Peserta yang hadir melebihi yang ditargetkan, kurang lebih 40 orang mengikuti acara ini. 50% peserta yang hadir adalah para muslimah dari komunitas Muslimah Millionare sedangkan sisanya berasal dari anggota KMO dan masyarakat umum.

Acara demi acara berjalan lancar dan tentu saja menarik. Diawali pembukaan yang segar oleh founder KMO coach Tendi Murti lalu dilanjutkan dengan sharing-sharing sejarah KMO oleh Tim Inti KMO Indonesia yaitu oleh saya sendiri Rina Maruti Widiasari selaku Tim KMO Divisi Academy dan Ernawati Lilys tim KMO dari Divisi Media.

Pembukaan yang cukup hangat dan akrab membuat suasana workshop makin menyenangkan dan para peserta sangat antusias untuk mengikuti acara ini hingga akhir. Ses…