Langsung ke konten utama

Tips Memadu Padankan Busana Sehari-hari


Seringkah kita bengong di depan lemari saat hendak pergi ke luar rumah? Memandangi jejeran pakaian yang penuh di dalam lemari, tapi tetap saja akan mengatakan “Gak punya baju untuk acara anu”, hiks L. Padahal itu isi lemari sudah berjubel dengan berbagai macam model dan warna pakaian. Hehe, itulah kaum Hawa selalu kebingungan harus mengenakan pakaian apa saat akan menghadiri suatu acara.
Sebetulnya, tidak usah pusing dalam memilih pakaian untuk melengkapi kegiatan kita sehari-hari terutama bagi para wanita yang mempunyai banyak aktivitas di luar rumah. Baik itu wanita karir, pengusaha maupun aktivis sosial. Ada beberapa tips yang mudah dilakukan agar Anda tidak bingung lagi saat hendak menghadiri suatu acara, atau untuk melakukan aktivitas di luar rumah yang rutin dilakukan setiap hari. Berikut beberapa tips tersebut:

1.      Miliki Pakaian Yang Berwarna Netral
Bagi para wanita aktif yang punya banyak kegiatan di luar rumah setiap hari, sangat disarankan jika membeli pakaian pilihlah warna-warna basic atau warna-warna netral. Seperti: hitam, coklat, biru dongker, abu-abu, beidge dan putih.
Sumber: Unsplash.com

2.      Mulailah mengoleksi pakaian seperti rok, kulot atau celana panjang, blazer atau setelan dengan warna hitam, coklat, beige dan biru dongker. Atau belilah setelan sederhana dan klasik denga warna warna yang sama. Hal ini untuk memudahkan kita memadu padankan dengan pakaian lainnya dan lebih menghemat kocek agar tidak sering membeli pakaian yang tidak terlalu dibutuhkan. Miliki blus atau atasan dengan warna netral pula.

3.      Pilih busana yang berkualitas tinggi. Busana-busana yang berkualitas baik biasanya akan tahan lama dan sangat nyaman dikenakan. Cutting yang bagus, jahitan yang rapi akan membantu menjaga penampilan Anda menjadi elegan dan berkelas.

4.      Ketika berbelanja pakaian dan pelengkapnya, gunakan pedoman “apa yang dibutuhkan” bukan “apa yang diinginkan”.
       Sumber: Unsplash.com

5.      Jika Anda memiliki warna-warna favorit di luar warna basic tadi dan ingin bereksperimen dengan warna baru dan berbeda, jangan tinggalkan warna-warna dasar tadi. Sehingga, walaupun berpenampilan baru tidak meninggalkan karakter dasar Anda.

6.      Pemilihan asesories seperti perhiasan (gelang, cincin, bros), tas, sepatu, scarf dan pelengkap lainnya dengan tepat akan menambah manis penampilan Anda. Pilihlah salah satu jenis asesories yang menjadi fokus interes dalam penampilan Anda. Jangan gunakan asesories yang berlebihan, misalnya menggunakan kalung dengan bros. Menggunakan jam tangan dan gelang di pergelangan tangan yang sama.
                                            Sumber gambar: Unsplash.com
7.      Memadukan warna polos dan bercorak akan memberikan tampilan baru yang menyegarkan dan tidak membosankan.
                                            Sumber gambar: Unsplash.com
Jadi, tak perlu bingung lagi ya memilih pakaian mana yang akan dikenakan untuk acara special Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do’akan Yang Baik-baik Saja

Jika kita pernah disakiti orang lain pasti sampai kapan pun akan teringat kejadian itu. Sakit hati karena lisan atau perbuatan orang lain. Tetapi, sering kah kita ingat kalau pernah menyakiti orang lain? Atau sadar kah jika kita pernah atau mungkin sering menyakiti hati orang lain karena ucapan dan tindakan? Seringnya kita tak sadar ya, padahal jika ada orang lain yang sakit hati karena perbuatan kita akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita selanjutnya. Kenapa? Mana tahu saat orang tersebut merasa tersakiti lalu ia diam-diam ia mendoakan kita dengan doa yang tidak kita kehendaki, bukan bermaksud mengajak su’uzon terhadap orang lain, tetapi justru mengajak lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap.             Berbicara atau bersikap dengan siapa pun memang harus hati-hati, baik dengan teman, sahabat, kerabat bahkan dengan keluarga sendiri di rumah. Sering kali kita dalam kondisi tertentu emosi tak terkendali, mungkin karena ada satu masalah yang menghinggapi pikiran…

Sudahkah Mengenali Mesin Kecerdasan Si Buah Hati?

Setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Seiring berjalan waktu kemampuan anak akan tumbuh sesuai dengan didikan orangtuanya, ditambah pengaruh lingkungan, dan bibit kecerdasan yang ia bawa sejak lahir yang diwariskan dari orangtuanya. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara keduanya agar keinginan dan harapan orangtua sesuai pula dengan kemampuan dan kecerdasan anak. Jadi, sang anak melakoni hidupnya, terutama saat menjalani proses belajar di sekolah dan lingkungannya, ia tidak merasa memiliki beban berat, akan tetapi akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab karena sesuai dengan kemampuan dan kecerdasannya.

Ada baiknya saat anak memasuki pendidikan usia dini, para orangtua sudah mengetahui mesin kecerdasan yang dimiliki oleh si buah hati. Mengapa harus mengenal mesin kecerdasan anak? Karena dengan mengenali berbagai macam jenis mesin kecerdasan itu, kita sebagai orangtua akan lebih mudah mengarahkan anak-anak untuk meraih masa depannya sesuai dengan bekal kecerda…

Orangtua Cerdas, Anak Cerdas

Siapa yang tidak ingin memiliki anak cerdas dan sukses di masa depannya? Cerdas bukan berarti harus selalu menjadi juara pertama di kelas. Kecerdasan tidak bisa diukur dari angka kognitif. Setiap anak punya keunikan masing-masing dengan kepribadiannya. Tetapi pada kenyataannya orang tua sering terjebak dengan angka-angka di buku raport dalam mengukur kecerdasan si buah hati. Padahal kecerdasan anak itu tidak selalu dari kognitifnya, bisa juga dari psikomotor, interpersonal, emotional, dan sebagainya.
            Membentuk kecerdasan anak tentu saja dimulai dari rumah, terutama sejak dari dalam kandungan. Anak cerdas sudah pasti terlahir dari orang tuanya yang cerdas. Tetapi anak yang masa depannya sukses tidak selalu terlahir dari orang tua yang sukses. Jika ingin memiliki anak cerdas, orangtuanya dulu yang meng-upgrade diri supaya cerdas dan menjadi role model anak-anak, berikut beberapa cara sederhana membekali kecerdasan untuk diri sendiri sekaligus anak-anak:
1. Komunikasi Anak-…