Langsung ke konten utama

Cara Menikmati Me Time ala Blogger


Bagi seorang ibu rumah tangga, apalagi yang memiliki bayi atau balita, me time adalah sebuah waktu yang sangat berharga, karena tidak mudah mendapatkannya. Bagi yang tidak memiliki asisten rumah tangga atau pengasuh anak, harus pintar-pintar membagi waktu sehingga me time yang sangat langka itu bisa dinikmati. Begitu pula bagi ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah, pekerjaan di rumah dan di kantor akan sangat menguras waktu dan tenaga. Me time sangatlah dibutuhkan untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikirannya.
Dulu, saat anak-anak masih balita saya tidak terlalu sulit untuk me time, karena saya punya asisten rumah tangga, jadi saya tidak terlalu repot membagi waktu antara mengurus rumah, anak dan pekerjaan di sekolah.
Saat ini, anak-anak saya sudah beranjak remaja, waktu untuk menikmati me time mudah sekali saya dapatkan karena mereka sudah mandiri dan masing-masing punya kegiatan. Nah, kalau mereka pada sibuk dan saya sedang libur ngajar (biasanya week end), maka saya bisa bebas menghabiskan me time dengan cara saya. Ngapain aja sih kalau saya lagi me time?

1.      Di rumah saja
Kalau tidak ada acara keluar rumah, saya bisa melakukan banyak hal di rumah, sendirian dengan bebas. Bisa gogoleran sambil baca buku, main hp, atau benar-benar tidur. Sering juga baca buku sambil ngemil, atau nonton TV, mendengarkan musik sambil beraktivitas di rumah. Bagi saya bebenah rumah saat week end adalah bagian dari me time. Merapikan lagi isi lemari, menyortir barang-barang yang sudah tidak dipakai, atau bersih-bersih taman kecil di samping rumah. Turun ke dapur membuat penganan untuk cemilan anak-anak saat week end, merupakan kegiatan me time yang mengasyikkan.




2.      Kongkow bersama teman.
Sekali-kali saya kongkow dengan teman-teman dekat semasa sekolah atau kuliah, sahabat atau saudara. Ngemall saya sekarang bukan lagi keliling sambil shopping, tapi hanya duduk-duduk, makan-makan, ngupi-ngupi syantik sambil ngrumpi asyik. Tidak selalu di mall sih, sering juga di cafe-cafe favorit.



3.      Nyalon
Perawatan rutin yang sering saya lakukan di salon adalah, creambath, luluran, ngecat rambut atau potong rambut. Sekali-kali tubuh ini memang perlu dimanjakan agar syaraf-syaraf yang tegang karena rutinitas yang padat setiap hari bisa rileks kembali. Untuk facial saya jarang lakukan di salon, karena saya punya alat facial sendiri, jadi facial rutin dilakukan di rumah.

4.      Nonton Film
Menikmati film layar lebar yang sedang hits bersama teman, juga merupakan me time yang sering dilakukan. Terutama saat libur panjang atau week end, dan ada film yang recommended untuk dinikmati

5.      Menghadiri kajian

Bagi saya menghadiri kajian adalah satu cara menikmati me time, karena selain badan kita butuh penyegaran, rohani pun butuh siraman. Sehingga kesehatan jiwa raga berjalan seimbang.

6.      Belanja
Hoho ... ini me time yang paling disukai cewek-cewek. Saya sering keliling pasar grosir baju di kota saya untuk belanja baju atau keperluan sendiri dan anak-anak. Sendirian saja, bagi saya ini me time yang sangat mengasyikkan, berburu barang murah tapi berkualitas. Puas sekali rasanya jika keperluan yang dibutuhkan bisa didapatkan dengan harga yang miring.

7.      Travelling
Saya biasanya melakukan travelling keluar kota saat ada tugas dari sekolah. Bagi saya ini bagian dari me time juga. Bekerja sambil wisata. Work n vacation, jika tugas utama sudah selesai, maka saya bersama teman-teman bisa menikmati wisata di daerah tersebut.





8.      Menulis
Awalnya menulis adalah salah satu pilihan me time saya. Saat week end atau malah hari sebelum tidur, saya sering menghabiskan waktu dengan menulis. Akan tetapi, sekarang ini menulis bukan lagi menjadi me time, tapi sudah menjadi bagian dari cara menghasilkan uang. Menulis jadi profesi saya selain mengajar.

Jika saat ini teman-teman masih kesulitan menikmati me time, terutama yang masih punya bayi atau balita, cobalah cari cara yang termudah untuk mendapatkan waktu tersebut. Nikmati masa-masa repot mengurus bayi, balita, atau anak-anak sekarang ini, karena waktu akan segera berlalu. Bayi-bayi manis itu akan segera berubah menjadi remaja, kemudian dewasa, lalu meninggalkan kita menjadi orangtua yang punya banyak kesempatan hanya untuk me time, hehe.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do’akan Yang Baik-baik Saja

Jika kita pernah disakiti orang lain pasti sampai kapan pun akan teringat kejadian itu. Sakit hati karena lisan atau perbuatan orang lain. Tetapi, sering kah kita ingat kalau pernah menyakiti orang lain? Atau sadar kah jika kita pernah atau mungkin sering menyakiti hati orang lain karena ucapan dan tindakan? Seringnya kita tak sadar ya, padahal jika ada orang lain yang sakit hati karena perbuatan kita akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita selanjutnya. Kenapa? Mana tahu saat orang tersebut merasa tersakiti lalu ia diam-diam ia mendoakan kita dengan doa yang tidak kita kehendaki, bukan bermaksud mengajak su’uzon terhadap orang lain, tetapi justru mengajak lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap.             Berbicara atau bersikap dengan siapa pun memang harus hati-hati, baik dengan teman, sahabat, kerabat bahkan dengan keluarga sendiri di rumah. Sering kali kita dalam kondisi tertentu emosi tak terkendali, mungkin karena ada satu masalah yang menghinggapi pikiran…

Sudahkah Mengenali Mesin Kecerdasan Si Buah Hati?

Setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Seiring berjalan waktu kemampuan anak akan tumbuh sesuai dengan didikan orangtuanya, ditambah pengaruh lingkungan, dan bibit kecerdasan yang ia bawa sejak lahir yang diwariskan dari orangtuanya. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara keduanya agar keinginan dan harapan orangtua sesuai pula dengan kemampuan dan kecerdasan anak. Jadi, sang anak melakoni hidupnya, terutama saat menjalani proses belajar di sekolah dan lingkungannya, ia tidak merasa memiliki beban berat, akan tetapi akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab karena sesuai dengan kemampuan dan kecerdasannya.

Ada baiknya saat anak memasuki pendidikan usia dini, para orangtua sudah mengetahui mesin kecerdasan yang dimiliki oleh si buah hati. Mengapa harus mengenal mesin kecerdasan anak? Karena dengan mengenali berbagai macam jenis mesin kecerdasan itu, kita sebagai orangtua akan lebih mudah mengarahkan anak-anak untuk meraih masa depannya sesuai dengan bekal kecerda…

Orangtua Cerdas, Anak Cerdas

Siapa yang tidak ingin memiliki anak cerdas dan sukses di masa depannya? Cerdas bukan berarti harus selalu menjadi juara pertama di kelas. Kecerdasan tidak bisa diukur dari angka kognitif. Setiap anak punya keunikan masing-masing dengan kepribadiannya. Tetapi pada kenyataannya orang tua sering terjebak dengan angka-angka di buku raport dalam mengukur kecerdasan si buah hati. Padahal kecerdasan anak itu tidak selalu dari kognitifnya, bisa juga dari psikomotor, interpersonal, emotional, dan sebagainya.
            Membentuk kecerdasan anak tentu saja dimulai dari rumah, terutama sejak dari dalam kandungan. Anak cerdas sudah pasti terlahir dari orang tuanya yang cerdas. Tetapi anak yang masa depannya sukses tidak selalu terlahir dari orang tua yang sukses. Jika ingin memiliki anak cerdas, orangtuanya dulu yang meng-upgrade diri supaya cerdas dan menjadi role model anak-anak, berikut beberapa cara sederhana membekali kecerdasan untuk diri sendiri sekaligus anak-anak:
1. Komunikasi Anak-…