Langsung ke konten utama

Profil Rina Maruti

Profil Rina Maruti

Profil Rina Maruti


Rina Maruti yang lahir, besar dan tinggal di kota hujan Bogor, sejak kecil sudah hobi membaca, sangat menyukai bidang-bidang kewanitaan.

Saat ini berprofesi sebagai pendidik, sebuah profesi yang sudah digelutinya sejak tahun 1999. Ibu dua orang anak ini mengajar di sebuah sekolah negeri tingkat SMA dan pernah pula mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta pada tahun 2012.

Menekuni dunia kepenulisan sejak pertengahan tahun 2014. Buku antologi pertamanya terbit tahun 2015 bertemakan Kartini bersama teman-temannya di grup menulis The Women dengan judul Women with Million Dream, antologi selanjutnya terbit tahun 2016 dengan judul Kuins, Kumcer Kocak, Unik dan Inspiratif dan Perempuan Bermata Doa 2.

Tahun 2017 menerbitkan antologi The Unspoken Love, berturut-turut kemudian menerbitkan banyak buku antologi. April 2017 baru saja menelurkan buku solo pertamanya dengan judul Jangan Jadi Muslimah Dekil yang diterbitkan oleh Quanta (Gramedia Grup). Hingga sekarang sudah menghasilkan lebih dari 15 buku antologi. Sering juga menuangkan ide-ide menulisnya di blog dan di catatan media sosial facebook.

Saat ini sedang proses penerbitan buku solonya yang kedua, dan menulis calon bukunya yang ketiga. Selain itu juga aktif sebagai penulis artikel tetap di web Joeragan Artikel, juga aktif sebagai penulis konten di beberapa web orang. Sering juga menulis review produk sesuai permintaan konsumen, dan juga menerima jasa Ghostwriter buku dan artikel. Wiskul adalah salah satu aktivitas yang sangat disukainya, bersama teman-teman atau keluarga.

Menjadi travel writing adalah salah satu impiannya selain menjadi penulis buku dan artikel. Jika ingin tahu lebih banyak tentang profilnya dapat dilihat di akun facebooknya dengan nama : Rina Maruti atau twitter @Rina_MW99, kontak email : rina.maruti90@gmail.com silakan kunjungi pula alamat blognya : rinamaruti.com

Tentang Rina Maruti

  • Seorang Ibu dari dua anak
  • ASN (Guru) di sebuah Sekolah Islam Negeri Tingkat SMA
  • Guru Bidang Studi: Tata Busana, Kewirausahaan
  • Lifestyle Blogger|| Book writer || Content Writer || Ghost Writer || Writing mentor
  • Karya - Buku Solo

  • Jangan Jadi Muslimah Dekil, terbit tahun 2017
  • Ketika HIjabku Terusik, 2018 (On Progress penerbitan)
  • Karya - Buku Antologi


    Lebih dari 15 buku antologi

Aktivitas

  • Kepala Sekolah KMO Indonesia (2014-2017)
  • Member Joeragan Artikel
  • Tim Elit Joeragan Artikel
  • Kontributor Hipwee.com
  • Kontributor Joeragan Artikel.com
  • Ghost Writer Artikel
  • Content Writer
  • Mentor Menulis Kisah Inspirasi di Joeragan Artikel
  • Leader Pasukan Endorser Joeragan Artikel
  • Kontributor Emakpintar.com (2015-1017)
  • Founder Inspiring Word (Bimbingan Menulis Buku dan Artikel)
  • Komunitas


  • KMO Indonesia
  • IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)
  • IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis)
  • Blogger Perempuan
  • Blogger Muslimah
  • Pasukan Blogger Joeragan Artikel
  • Services


  • Content Writer
  • Endoser
  • Writing Mentor
  • Content review
  • Content share on social media
  • Book and Article Ghost Writer
  • Contact Me:


    • WA: 0818-0757-5034
    • FB: Rina Maruti
    • IG: @rina_maruti
    • Twitter: @rina_mw99
    • Email: rina.maruti90@gmail.com
    Page 1 of 0


    fkgbjhklkvlbj

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Do’akan Yang Baik-baik Saja

    Jika kita pernah disakiti orang lain pasti sampai kapan pun akan teringat kejadian itu. Sakit hati karena lisan atau perbuatan orang lain. Tetapi, sering kah kita ingat kalau pernah menyakiti orang lain? Atau sadar kah jika kita pernah atau mungkin sering menyakiti hati orang lain karena ucapan dan tindakan? Seringnya kita tak sadar ya, padahal jika ada orang lain yang sakit hati karena perbuatan kita akan berdampak buruk terhadap kehidupan kita selanjutnya. Kenapa? Mana tahu saat orang tersebut merasa tersakiti lalu ia diam-diam ia mendoakan kita dengan doa yang tidak kita kehendaki, bukan bermaksud mengajak su’uzon terhadap orang lain, tetapi justru mengajak lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap.             Berbicara atau bersikap dengan siapa pun memang harus hati-hati, baik dengan teman, sahabat, kerabat bahkan dengan keluarga sendiri di rumah. Sering kali kita dalam kondisi tertentu emosi tak terkendali, mungkin karena ada satu masalah yang menghinggapi pikiran…

    Sudahkah Mengenali Mesin Kecerdasan Si Buah Hati?

    Setiap anak terlahir dengan keunikannya masing-masing. Seiring berjalan waktu kemampuan anak akan tumbuh sesuai dengan didikan orangtuanya, ditambah pengaruh lingkungan, dan bibit kecerdasan yang ia bawa sejak lahir yang diwariskan dari orangtuanya. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara keduanya agar keinginan dan harapan orangtua sesuai pula dengan kemampuan dan kecerdasan anak. Jadi, sang anak melakoni hidupnya, terutama saat menjalani proses belajar di sekolah dan lingkungannya, ia tidak merasa memiliki beban berat, akan tetapi akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab karena sesuai dengan kemampuan dan kecerdasannya.

    Ada baiknya saat anak memasuki pendidikan usia dini, para orangtua sudah mengetahui mesin kecerdasan yang dimiliki oleh si buah hati. Mengapa harus mengenal mesin kecerdasan anak? Karena dengan mengenali berbagai macam jenis mesin kecerdasan itu, kita sebagai orangtua akan lebih mudah mengarahkan anak-anak untuk meraih masa depannya sesuai dengan bekal kecerda…

    Orangtua Cerdas, Anak Cerdas

    Siapa yang tidak ingin memiliki anak cerdas dan sukses di masa depannya? Cerdas bukan berarti harus selalu menjadi juara pertama di kelas. Kecerdasan tidak bisa diukur dari angka kognitif. Setiap anak punya keunikan masing-masing dengan kepribadiannya. Tetapi pada kenyataannya orang tua sering terjebak dengan angka-angka di buku raport dalam mengukur kecerdasan si buah hati. Padahal kecerdasan anak itu tidak selalu dari kognitifnya, bisa juga dari psikomotor, interpersonal, emotional, dan sebagainya.
                Membentuk kecerdasan anak tentu saja dimulai dari rumah, terutama sejak dari dalam kandungan. Anak cerdas sudah pasti terlahir dari orang tuanya yang cerdas. Tetapi anak yang masa depannya sukses tidak selalu terlahir dari orang tua yang sukses. Jika ingin memiliki anak cerdas, orangtuanya dulu yang meng-upgrade diri supaya cerdas dan menjadi role model anak-anak, berikut beberapa cara sederhana membekali kecerdasan untuk diri sendiri sekaligus anak-anak:
    1. Komunikasi Anak-…